Beranda DAERAH Diduga Pasrah, Saat Ditanya Apa Langkah Selanjutnya ?, Pihak PT. Selo Argodedali...

Diduga Pasrah, Saat Ditanya Apa Langkah Selanjutnya ?, Pihak PT. Selo Argodedali Bungkam

432
BERBAGI
Poto: Suasana pada saat diadakan pertemuan di Kantor Desa Battu Winangun

Sumsel.kabardaerah.com – Tambang batubara milik PT. Selo Argodedali yang ada di Desa Baturaden dan Battu Winangun Trans Batumarta, Kecamatan Lubuk Raja, Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU), hingga kini masih belum bisa beroperasi. Dikarenakan satu-satunya akses jalan menuju ke lokasi tambang ditutup masyarakat dengan portal. Yang menyebabkan lumpuhnya sarana transfortasi kendaraan tambang.

Pemasangan portal ini dampak dari protes ratusan warga yang sebelumnya sempat berdemo dengan mendatangi gedung DPRD OKU di Kota Baturaja. Dimana ratusan masyarakat dalam jumlah besar yang kontra ini menginginkan tambang batubara di Desa mereka ditutup dan meminta DRPD OKU menghentikan semua aktivitas pertambangan dilahan yang daerahnya selama ini menjadi salah satu penghasil karet terbesar di Sumsel. Sebab mayoritas masyarakat di daerah yang awalnya transmigrasi di era Presiden Soeharto ini, merata penduduknya berprofesi sebagai petani karet.

Sedangkan sebelumnya pihak pertambangan melalui Dedi Herwan Kepala Teknik Tambang (KTT) PT. Selo Argodedali, pernah mengatakan kepada wartawan jika pihaknya telah mendapatkan izin untuk penggunaan jalan yang dimaksud dari Kepala Desa (Kades) Battu Winangun, melalui selembar surat yang di tanda tangani Kades Battu Winangun pada tanggal 31 Agustus 2018.

Hal itu dibenarkan Kades Battu Winangun yakni Slamet Parida, ia mengaku memberikan izin karena sudah mendengarkan paparan rapat sosialisai PT. Selo Argodedali di Kantor Kecamatan Lubuk Raja, yang mana Slamet mengatakan pada rapat yang di Hadiri Bupati OKU saat itu dijelaskan kelengkapan semua izin dari PT. Selo Argodedali, diantaranya tentang masalah Amdal dan lainnya. Slamet juga mengatakan jika dahulunya pembangunan jalan tersebut menggunakan biaya dari dana pemerintah, yang berarti sudah milik pemerintah dan bersipat umum tidak ada larangan untuk dilalui oleh siapapun.

Permasalahan pemasangan portal yang sampai sekarang sepertinya belum menemui titik temu. Membuat pihak PT. Selo Argodedali berupaya diduga mencari solusi dengan mendatangi rumah salah satu warga meminta untuk membuka portal yang dipasang. Namun sayangnya kedatangan pihak perusahaan yang datang bersama oknum aparat dari salah satu kesatuan  ini dengan alasan untuk menghidari bentrok tetap tidak mendapat reaksi dari warga, hingga berujung diadakan pertemuan di Kantor Desa Battu Winangun yang di hadiri Ketua BPD beserta masyarakat setempat dan pihak PT. Selo Argodedali.

Dimana dalam pertemuan tersebut warga pemilik lahan akses jalan menuju tambang meminta pihak kantor Desa menunjukkan tanda bukti hibah. Dimana menurut warga tersebut ia memang belum pernah menghibahkan tanah miliknya kepada siapapun, yang mana jalan dibuat hanya untuk mempermudah masyarakat munuju ke kebun. Namun pihak Kantor Desa tidak bisa menunjukkan surat tanda bukti hibah yang diminta. Karena setelah dicari arsip hibah tidak ditemukan, bahkan di Kantor PU BM dan Tata Ruang juga tidak ada. Mengenai hal ini Kades Battu Winangun pun mengelak dengan berkomentar kepada wartawan beralasan jika pada waktu pembuatan jalan bukan dia yang menjabat Kades.

Sementara menyikapi hal tersebut, pihak tambang batubara sendiri saat dikonfirmasi untuk dimintai tanggapan melalui via pesan whatsapp yang dikirimkan dan dibaca langsung oleh Dedi Herwan selaku Kepala Teknik Tambang (KTT) PT. Selo Argodedali, pada 5 Oktober 2018, hingga kini bungkam dan belum menjawab, diduga pasrah dengan apa yang terjadi. (Hend)